17/06/2021

AS Tak Henti Dorong Upaya Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

AS Tak Henti Dorong Upaya Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan – Jaksa Agung AS Merrick Garland telah meminta Kongres mengalokasikan $1 miliar untuk menangani kekerasan terhadap perempuan, tak lain kekerasan di dalam rumah tangg dan kekerasan seksual – sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

AS Tak Henti Dorong Upaya Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

 Baca Juga : Konvensi Dallas QAnon untuk Memompa Hasil ke Pro-Trump Nirlaba Sidney Powell

youplusdallas – Setelah lama trauma diselimuti rasa malu dan diam, dari Washington DC hingga Asia Selatan dan Eropa, semakin banyak orang sekarang secara terbuka menentang kekerasan terhadap perempuan.

Jordyn Wieber, yang memenangkan medali emas di Olimpiade 2012 dan dihormati di bidang hiburan dan industri lainnya, berbicara tentang perjuangan para penyintas trauma.

“ Aku marah pada diri sendiri sebab ucapan mengenai penganiayaan itu. Perihal ini yang membuat aku berjuang tiap hari,” tuturnya.

Bagi Patricia Cumbie, penggerak wanita di Garis besar Rights for Women yang pula sempat diserbu dengan cara intim kala sedang jadi mahasiswa, respon Jordyn itu ialah perihal yang alami.

“ Aku ingat apa yang aku rasakan kala itu. Apakah yang terjalin pada aku ialah sesuatu kesalahan ataupun tidak? Aku duga ini ialah respon yang amat biasa pada banyak penyintas, sebab kekerasan kepada wanita dikira wajar,” tutur Patricia.

Salah seseorang korban anak muda diperjualbelikan selaku pelacur ataupun pornografi, terkadang oleh orang yang mereka tahu, serta terus menjadi banyak yang diperdaya oleh kelompok – kelompok jalanan.

“ Mereka diperkosa beramai – ramai, dipukuli di luar batasan manusiawi, dibuat menjadi bergantung pada narkoba, dirantai pada perabotan ruang pengunjung, serta ditempatkan di kandang- kandang,” tutur Lois Lee, penggerak wanita di Children of the Night.

Sering kali mereka dituntut ikut serta dalam kejahatan bernilai besar, termasuk penembakan serta perampokan.

Para pelakon kekerasan bisa mempunyai kontrol intelektual atas korban – korban mereka, yang oleh para pekerja dorongan diucap selaku“ guncangan bond.”

“ Bayangkan kala jalinan itu diawali dikala seseorang wanita berumur 12 ataupun 13 tahun, serta bersinambung sampai ke beberapa besar hidup mereka, dengan cuma cerminan wajah yang berlainan,” tutur xalah seseorang penyintas perdagangan intim dalam negeri yang saat ini menolong penyintas yang lain di Safe House Project, Alia Dewees.

Suatu amatan global berkata nyaris setengah anak muda korban perdagangan orang diperdagangkan oleh badan keluarga mereka sendiri.

“ Kamu memandang gimana hancurnya sistem( aturan warga?) dalam sedemikian itu banyak perihal, alhasil kanak- kanak ini kembali pada badan keluarga yang memperdagangan mereka, ataupun selesai di tepi laut ajaran. Serta setelah itu mereka melarikan diri serta selesai di jalur,” tutur Brittany Dunn di Safe Project House.

Malika MacDonald, pekerja sosial yang memantau peralihan perumahan untuk wanita Musliam serta yang lain di ICNA Relief USA, berkata korban perdagangan orang ataupun kekerasan dalam rumah tangga bersama menginginkan dorongan menyeluruh.

“ Kerapkali perempuan – perempuan yang disekap ini tidak mempunyai dana ataupun keahlian profesi,” tutur Malika.​

Beberapa wanita serta anak muda yang diperdagangkan terperangkap dalam pelacuran ataupun pornografi, ataupun mereka tetap bertahan dari 1 tempat penampungan ke sebuah tempat penampungan yang lain.

 Baca Juga : Mantan Letnan Gubernur Texas David Dewhurst Ditangkap Atas Tuduhan KDRT 

“ Amat susah kala terdapat seseorang wanita yang bisa jadi melarikan diri dari pernikahan yang penuh kekerasan, kemudian berusaha menciptaan kehidupan yang lebih bagus untuk dirinya sendiri ataupun buah hatinya, namun tiap hari di tempat penampungan beliau terhampar banyak orang yang dengan cara aktif menyalahgunakan narkoba ataupun alkohol, ataupun mempunyai rumor kesehatan psikologis yang amat akut,” dempak Malika.

Apa yang diperlukan? Mereka berkata perumahan waktu jauh, pembelajaran serta sokongan penuh emosi. Para penggerak berkata lebih banyak perhitungan dari penguasa tidak hendak menuntaskan perkara, namun pastinya hendak menolong mereka.