03/03/2021

15 Pemandangan Gunung Paling Menakjubkan di Indonesia

www.youplusdallas.com15 Pemandangan Gunung Paling Menakjubkan di Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali rute yang menakjubkan untuk dijelajahi. Dari awal, melintasi persawahan, berkelok-kelok dan berkelok-kelok; hingga Anda menemukan hutan hujan tropis, padang rumput, dan pantai pasir putih yang tersembunyi.

Untuk membantu Anda menemukan tujuan petualangan Anda berikutnya, kami telah menyusun daftar 20 jalur pendakian, yang mencantumkan pemandangan paling spektakuler yang pernah ada. Jadi tunggu apalagi, siapkan kamera dan sepatu hikingnya. Kali ini, kami akan membawa Anda ke tempat Anda memulai petualangan paling seru.

1. Kawah Wurung, Bondowoso, Jawa Timur

Kawah Wurung (Wurung Crater) merupakan kawasan perbukitan dengan sabana hijau, cerukannya berbentuk seperti kawah gunung. Bukit-bukit itu dikelilingi lubang-lubang besar seperti kaldera.

Untuk memulai pendakian, ikuti saja jalan setapak di antara rerumputan. Hanya dalam 15 menit, Anda dapat mencapai puncak gunung melalui jalur pendakian yang tidak terlalu curam.

Kawah Wurung memang tidak selalu tampil dengan pesona hijau. Jika Anda ingin melihat “versi” yang hijau, silahkan datang saat musim hujan. Di saat yang sama, jika sedang musim kemarau, pemandangan sabana akan berubah menjadi coklat.

Selain dengan berjalan kaki, masih banyak cara lain untuk menikmati keindahan Kawah Wurung, seperti bersepeda gunung atau mendirikan hammock untuk mengapresiasi lingkungan sekitar. Karenanya, tak heran jika Kawah Wurung juga menjadi salah satu lokasi fotografi pernikahan yang menarik.

2. Puncak Jaya, Papua

Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid dengan ketinggian 4.884m merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia (Seven Summit) dan sangat populer di kalangan pendaki mancanegara.

Gunung Carstensz termasuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz dan telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak 1999. Taman Nasional Lorentz memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan budaya yang tinggi.

Di sekitar Puncak Jaya (Puncak Jaya), Indonesia memiliki pemandangan yang cukup khas yaitu pegunungan salju.

Mengingat medan ekstrim yang melintasi sungai dan jalan terjal, kami hanya merekomendasikan pendaki berpengalaman untuk mencoba tantangan ini. Pasalnya, jalur pendakian ke Puncak Jaya merupakan salah satu jalur tersulit di antara ketujuh puncak, dan hanya membutuhkan waktu paling sedikit empat hari untuk mencapai base camp.

Mulai dari basecamp, kamu masih harus bolak-balik selama empat hari. Tentunya dalam ekspedisi ini diperlukan perencanaan yang matang, guide dan lifter.

3. Bukit Warinding, Sumba, Nusa Tenggara Timur

Jika anda pernah menonton film Indonesia “Pendekar Tongkat Emas” karya Mira Lesmana dan Riri Riza, maka pasti saya akan teringat lokasi syuting di sebuah bukit besar yaitu Bukit Wairinding di Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur.

Huai Lin Ding benar-benar membawa kulit ayam b! Bukit ini terletak di Desa Pambota Jara di Kabupaten Pandawai, sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Sumba Timur dengan vegetasi padang rumputnya yang luas sangat mempesona. Jika berada di musim kemarau antara bulan Juli hingga Oktober, suasana alam di sana seperti di Afrika, penuh dengan sabana. Lain halnya jika wisatawan datang pada musim penghujan, ketika sampai di perbukitan New Zealand akan terasa suasana seperti perbukitan New Zealand.

Meski jalannya berkelok-kelok, kondisi jalan menuju Wairinding sangat mulus. Anda akan melewati persimpangan Sumba Waingapu-Waikabubak yang dikenal dengan “L huruf S” karena medannya yang berkelok-kelok. Berkendara sekitar 30-45 menit, Anda akan sampai di lokasi.

4. Pulau Dua, Balantak, Sulawesi Tengah

Sulawesi adalah surga bagi para pelancong. bagaimana bisa? Anda bisa mengagumi keindahan laut di pantai berpasir putih di atas dan menikmati keindahan bawah laut berbagai jenis ikan dan tumbuhan hingga terumbu karang. Selain laut, ada makanan yang enak di lidah, dan tentunya keindahan perbukitan yang pasti akan memacu adrenalin Anda.

Kali ini kita akan membahas tentang pulau yang berada di Provinsi Sulawesi wilayah Banggeluvuk yaitu Pulau Dua. Pulau tersebut diperkirakan mirip dengan Pulau Padar di Nusa Tenggara Timur, bahkan ada yang mengatakan mirip dengan Pantai Klingin di Nusa Penida, Bali. Meski lokasinya terpencil, Pulau Dura tetap menarik wisatawan mancanegara, Kenapa? Karena Pulau Dua merupakan perpaduan harmonis antara alam, pegunungan dan pemandangan bawah laut.

Berbagai aktivitas bisa Anda lakukan di sini, antara lain: matahari terbit (sebelum pukul 05.00 pagi) dan matahari terbenam, snorkeling, diving, makan ikan bakar segar atau sekedar bersantai di hotel di pulau itu.

Baca Juga: 6 Gunung Terangker di Indonesia Serta Cerita Singkatnya

5. Pulau Padar, Taman Nasional Komodo

Sebagai bagian dari Taman Nasional Komodo, Padar merupakan habitat dari Komodo, reptil purba di Indonesia. Meski Komodo dan Rinca lebih populer di kalangan wisatawan, pemandangan yang sebenarnya ditawarkan Pulau Pada juga tak kalah mengesankan.

Sebagai hadiah, Anda dapat menghadapi komodo sambil menjelajah! Hati-Hati

Dari pantai pink hingga gunung tertinggi di pulau ini, Anda akan dibuat takjub dengan panorama laut biru dan perbukitan hijau!

Meski membutuhkan waktu dua hingga tiga jam untuk mendaki dan menuruni puncak tertinggi (tentunya hal ini tergantung berapa kali Anda berhenti memotret), namun butuh beberapa waktu untuk menikmati keindahan bawah laut melalui snorkeling. Anda tahu ada lebih dari 1.000 jenis ikan!

Dari puncak gunung hingga dasar laut, pemandangan di sekitar Pulau Padar tidak ada duanya!

6. Gunung Kelimutu, Flores

Jika mengingat uang kertas Rp5.000 pada tahun 1992, Kelimutu adalah objek wisata di punggungnya. Terdapat tiga danau dengan warna berbeda di puncak gunung ini, menyediakan jalur pendakian yang unik dan tak terlupakan.

Meski terdapat tiga kerucut yang sama dengan gunung berapi lainnya di dunia, Gunung Kelimutu tidak mengeluarkan api dan belerang.  Sebaliknya, itu dipenuhi dengan danau berwarna cerah, yang berubah dari biru menjadi hijau dan dari merah kecoklatan menjadi hitam sesuai dengan vulkanisme yang terjadi di bawah.

Jika Anda rawan mabuk, ada jalur lain yang lebih panjang tapi bisa dilalui, yaitu jalur hingga 20 kilometer dari Desa Moni, dan dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk mencapai puncak.

Mengapa kamu di sini? Sekalipun Gunung Kelimutu tidak meletus dalam lima puluh tahun terakhir, bukan berarti tidak akan meletus di masa mendatang. Jika meletus kembali, keajaiban alam unik Danau Fenghu akan hilang selamanya.

7. Bukit Kaba, Bengkulu

Bengkulu yang dikenal dengan Bumi Rafflesia hanya memiliki dua gunung, yaitu Gunung Kaba dan Bukit Daun. Gunung Kaba disebut Gunung Kaba. Karena populasi daerah ini semakin berkurang, maka daerah ini digunakan sebagai salah satu daerah perlindungan bunga dokter India.

Gunung dengan ketinggian 1938 meter ini menikmati suasana yang eksotis. Puncak gunung dihiasi dua kawah yang masing-masing berwarna hijau dan putih kecoklatan.

 Ada dua cara untuk mencapai puncak. Rute pertama dapat melihat hutan lebat dengan semak-semak dan jurang di kedua sisinya, sedangkan rute lainnya telah diperkeras dengan aspal. Waktu tempuh dari tiang panjat ke puncak gunung adalah 2-3 jam.

Jika Anda akan mengunjungi kawah yang masih memiliki bau belerang yang menyengat dalam hidupnya, jangan lupa untuk menggunakan masker atau masker hidung.

Jika beruntung, Anda bisa bertemu owa yang hidup bebas di hutan. Bagi para pendaki, bersiaplah untuk memperjuangkan bumi perkemahan pada akhir pekan atau hari libur.

8. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat

Meski medannya terjal, Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi pendakian terpopuler di Indonesia dan terkenal dengan pemandangannya yang indah.

Meski medannya terjal, Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi pendakian terpopuler di Indonesia dan terkenal dengan pemandangannya yang indah.

Begitu sampai di puncak gunung, pendaki bisa melihat dengan jelas keindahan danau vulkanik Segara Anak. Meski langit cerah, seluruh kawasan dari Lombok hingga Bali bisa terlihat jelas dari kejauhan!

Pendakian Gunung Rinjani sangatlah sulit, Ada beberapa jalur yang bisa dilalui untuk mencapai puncak, oleh karena itu kami menyarankan anda menggunakan jasa pemandu lokal.

9. Pulau Gunung Api Banda, Maluku

Bosan mendaki, yang paling memuaskan adalah melihat panorama mempesona dari puncak gunung.

Pulau tak berpenghuni ini, seluruh daratannya vulkanik, sekitar 656 meter di atas permukaan laut, medannya sangat sulit. Untuk mencapai puncak, ada dua rute yang bisa dipilih, yang pertama adalah rute yang lebih pendek menghadap Banda Nella.

Rute lain lebih panjang, tetapi medannya lebih mudah. Walaupun kamu tidak perlu menggunakan jasa guide untuk bisa kesini, sebaiknya tanyakan dulu agar tidak tersesat.

Perjalanan menuju puncak mungkin membuat Anda terengah-engah, tetapi begitu Anda melihat laut biru, semua perjuangan Anda tidak akan sia-sia.

Selain memiliki panorama yang indah, Gunung Api Banda juga merupakan rumah bagi berbagai jenis satwa, seperti berbagai jenis burung endemik, kuskus (Phalanger Orientalis) dan beberapa tumbuhan, diantaranya pohon pala (Myristica fragrans), anggrek dan tumbuhan endemik lainnya. .

10. Lembah Baliem, Papua Barat

Lembah Baliem terletak di Pegunungan Jayawijaya dan merupakan rumah bagi suku-suku asli yang hidupnya terisolir dari dunia luar dan menyatu dengan alam. Suku asli ini merupakan salah satu warisan budaya tertua yang masih ada di Indonesia.

Sekarang, berbagai lorong memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi desa-desa terpencil ini dan belajar secara langsung tentang tradisi leluhur yang masih dilestarikan. Dari rumah adat, pakaian tradisional hingga aneka cita rasa khas daerah.

Di antara desa-desa tersebut, salah satu yang tertua adalah Angguruk di wilayah Yali. Wamena bisa mencapai Angguruk dengan perjalanan darat dalam 4-6 hari.

Rute rute ini sangat indah sehingga sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Sepanjang perjalanan, Anda bisa menikmati suasana alam yang masih alami atau berinteraksi dengan warga sekitar. Anda juga bisa melihat mumi yang diyakini berusia 200 tahun!

Kementerian Pariwisata Indonesia selalu menyelenggarakan Bali Mugok Festival pada bulan Agustus setiap tahunnya. Ajang tahunan ini sudah mendunia, mempertemukan banyak atraksi lokal yang menakjubkan, salah satunya adalah tari perang.

Baca Juga: 16 Gunung dengan Panorama Alam Terindah di Indonesia

11. Kawah Ijen, Jawa Timur

Pernahkah Anda melihat api biru seperti itu? Meski Indonesia memiliki banyak gunung berapi, namun Gunung Ijen termasuk salah satu pemandangan paling mempesona.

Di puncak gunung di ketinggian 2.443 meter ini terdapat sebuah danau kawah yang merupakan kawah Ijen terbesar di dunia dengan kandungan air asam yang tinggi. Danau besar berwarna biru kehijauan dengan kabut belerang dan asap yang tentunya sangat menawan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi kawah Ijen adalah dengan menyaksikan matahari terbit di pagi hari. Anda juga bisa melihat penambang belerang yang secara tradisional bekerja dengan peralatan sederhana.

Untuk mencapai Kawah Ijen, Anda harus berjalan kaki menyusuri jalur tebing kaldera. Jangan lupa untuk membawa penutup yang bisa digerakkan, karena terkadang asap belerang akan berhembus melalui jalan setapak. Anda juga bisa berkeliling kaldera di kawasan ini, yang memakan waktu hingga 8 hingga 10 jam.

Jika Anda ingin memuaskan hasrat petualang Anda, Anda dapat meninggalkan malam dengan pemandu Anda. Begitu sampai di kawah, Anda bisa menikmati fenomena alam api biru.

12. Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur

Di ketinggian 1.200 meter di atas Kabupaten Manggarai di Pulau Flores terdapat sebuah desa kuno Wae Rebo yang ditandai dengan tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang telah dihuni selama 19 generasi.

Penduduk desa mengenakan pakaian tradisional dan sangat ramah dan terbuka untuk wisatawan. Selain itu, banyak sekali turis yang datang ke sana.

Perjalanan Wae Rebo memakan waktu tiga hari dan membutuhkan pendampingan khusus. Hari pertama penuh dengan jalanan dari Labuan Bajo menuju Demam Berdarah Dunia. Di hari kedua, kami mulai hiking dari Denge ke Wae Rebo. Trek di hari kedua ini sangat cocok untuk orang yang kondisi fisiknya bagus karena membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam jam. Namun di sepanjang perjalanan, Anda akan dibuat terpesona oleh pemandangan alam yang sangat indah dan sejuk.

Hari terakhir dimulai dengan sarapan pagi di Wae Rebo, kemudian setelah puas berfoto-foto dan menikmati alam bisa kembali ke Denge untuk kembali ke Labuan Bajo atau melanjutkan ke Flores.

Sebelum pulang, jangan lupa beli oleh-oleh buatan lokal ya!

13. Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Gunung Merbabu berada 3145 meter di atas permukaan laut dengan ketinggian yang unik. Karena dari tempat ini para pendaki dapat melihat dengan jelas tujuh puncak lainnya, yaitu: Puncak Sum, Sindoro, Dataran Tinggi Dekan, Tromoyo, Angara, Merapi, dan Lau.

Tidak hanya itu, Gunung Merbabu juga memiliki keunikan berupa lima kawah yang tersisa pasca letusan tahun 1560 dan 1797, yaitu Kawah Condrodi Muko, Kawah Samboniovo, dan Kawah Kampong, Kawah Kenden dan Kawah Riba.

Pendakian ke puncak Gunung Merbabu memakan waktu sekitar 14 jam pulang pergi.Waktu awal yang disarankan adalah tengah malam agar bisa mencapai puncak yang bertepatan dengan terbitnya matahari. Anda juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan berkemah di sini. Pendaki biasanya mulai dari Cobain, tetapi juga dari Selo di selatan, mencari medan yang lebih menantang.

14. Danau Sentani, Papua

Danau Sentani berjarak sekitar setengah jam dari Jayapura, ibu kota Papua, dan memiliki sejarah tersendiri.

Danau dengan 22 pulau kecil ini sangat tenang, hampir tidak ada gundukan.

Selain dikelilingi oleh 24 desa, danau ini juga menjadi rumah bagi peninggalan arsitektur dari Perang Dunia Kedua. Ya, disini pahlawan perang Amerika Jenderal MacArthur berkesempatan untuk membangun fondasi dan merumuskan strategi perang melawan Jepang.

Wisatawan biasanya melakukan pendakian singkat selama satu hari atau mengikuti tur perahu di danau yang menawan ini.

Setiap desa di sekitar danau ini memiliki keunikan dan memiliki tradisinya masing-masing. Penduduk Pulau Asei terkenal dengan kerajinan kulit kayunya. Sementara itu, di Desa Taturi dan Doyo Lama, warga terampil membuat lukisan batu. Anda juga bisa mengunjungi monumen yang dibangun untuk mengenang Jenderal MacArthur di Gunung Ifar.

Karena adanya festival tahunan yaitu Sentani Lake Festival yang diadakan pada bulan Juni setiap tahunnya, nama Danau San Tani semakin dicabut. Festival ini penuh dengan tarian tradisional di atas kapal, tarian perang khas Papua, upacara adat dan berbagai masakan khas Papua.

Adapun tujuan dan aktivitas Anda di danau ini, ketenangan dan keindahan alam Danau Sentani menjadikannya tujuan yang berharga di Papua.

15. Bukit Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Tampaknya banyak sekali tempat wisata di Indonesia yang dijuluki “Gunung Teletubbies” karena pepohonannya. Kali ini kita akan membahas Tana Toraja versi Gunung Teletubbies di Sulawesi Selatan.

Secara administratif, Ollon terletak di distrik Bonggakaradeng yang berkelok-kelok dan berkelok-kelok. Untuk saat ini fasilitas di sana masih sangat terbatas, kalaupun mau makan dan minum disarankan bawa ke luar kota. Ollon tetap akan dikembangkan oleh pemerintah daerah, mulai dari memasuki lokasi hingga fasilitas dasar (seperti toilet yang wajib dimiliki wisatawan).

Area Ollon adalah rumah bagi pertanian dan perkebunan. Banyak penduduk lokal yang mengelola lahannya sebagai kebun dan memanfaatkan lahan tersebut untuk beternak sapi dan kuda.Pengunjung di sini bisa menikmati pemandangan yang indah, bermain di sungai di bawahnya atau mengunjungi peternakan kuda.

Bagi yang ingin menikmati kawasan lebih lama, padang rumput yang luas bisa dijadikan tempat perkemahan. Anda bisa mendirikan tenda di sini dan menikmati malam yang damai di perbukitan Tana Toraja yang tenang. Oh ya, jangan lupa memandangi langit malam yang gelap ini.