01/08/2021

youplusdallas.com – berita informasi terbaru dan terpercaya dallas

youplusdallas memberikan berita informasi terbaru dan terpercaya dallas

Warga Marah Dengan Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS

Warga Marah Dengan Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS – Kematian George Floyd memicu gelombang protes di Amerika Serikat. Pria berbaju hitam itu tewas setelah digantung di lututnya oleh seorang polisi. Tagar Black Lives Matter membanjiri media sosial.

Warga Marah Dengan Kematian George Floyd Akibat Dicekik Polisi Minneapolis AS

 Baca Juga : Sen. Cornyn Mengadakan Meja Bundar Kekurangan Semikonduktor di Dallas

youplusdallas – Seorang Afrika Amerika, George Floyd, dicekik sampai mati oleh polisi di Minneapolis, AS, dan ini menimbulkan kemarahan. Protes terkait dugaan pelanggaran hak sipil federal berlanjut hingga hari kedua Rabu malam, ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan dan peluru karet.

Keluarga korban menuntut supaya para polisi yang ikut serta didakwa dengan pembantaian. Kerabat wanita korban, Bridgett Floyd menuntut penahanan kepada 4 aparat polisi berkulit putih yang ikut serta atas aksi itu.

” Aku mau para polisi itu didakwa melaksanakan pembantaian, sebab memanglah seperti itu yang mereka jalani,” ucap Floyd di tv NBC.

” Mereka menewaskan saudaraku… Mereka sepatutnya dipenjara sebab pembantaian.”

“Aku tidak bisa bernapas”

Amarah khalayak rusak sehabis tersebar film yang menampilkan seseorang polisi menahan George Floyd, pada Senin( 25 atau 05), sembari mencekik lehernya dengan dengkul serta buatnya kesusahan bernapas.

” Lututmu di leherku. Saya tidak dapat bernapas… Bu. Bu,” pinta Floyd.

Setelahnya, Floyd jadi kelu serta tidak beranjak, apalagi kala aparat memintanya buat” bangun serta masuk ke dalam mobil. Floyd dibawa ke rumah sakit serta setelah itu diklaim tewas.

Rekaman film lain dari kamera keamanan restoran terdekat, tidak membuktikan gejala kalau Floyd melaksanakan perlawanan kala polisi menahannya atas asumsi berupaya memakai duit kertas ilegal senilai$ 20 dolar ataupun sebanding Rp 295 ribu, buat pembelian di suatu gerai swalayan.

Keempat aparat yang ikut serta sudah dihentikan serta permasalahannya saat ini diserahkan ke FBI.

Walikota kota Minneapolis Jacob Frey berkata tidak habis pikir kenapa polisi yang mencekik George dengan lututnya itu belum dibekuk.

“ Kenapa polisi yang menewaskan George Floyd belum dipenjara? Bila Kamu melaksanakannya, ataupun saya melaksanakannya, kita hendak terletak di balik jeriji besi saat ini,” ucap Frey.

“ Jadi orang kulit gelap di Amerika sepatutnya bukan ganjaran mati,” tambahnya.

Tagar BlackLivesMatter membanjiri linimasa media sosial

Pengacara hak awam Ben Crump berkata permasalahan itu membuktikan sistem peradilan AS menganggap orang kulit gelap dengan cara berlainan dari orang kulit putih.

Crump pula menggantikan keluarga 2 orang Afrika- Amerika yang lain yang baru- baru ini terbunuh, dalam kasus- kasus yang diprediksi mengaitkan kekeliruan polisi serta usaha penyembunyian.

” Berapa banyak lagi pembantaian kelewatan yang tidak masuk ide dari banyak orang yang sepatutnya mencegah kita terjalin di Amerika?” tutur Crump di NBC.

Kepala negara AS Donald Trump sudah menginstruksikan pelacakan lebih lanjut atas permasalahan kematian George Floyd. Di akun Twitternya beliau menorehkan“ Atas perintah aku, FBI serta Unit Peradilan telah melaksanakan pelacakan atas kematian George Floyd yang amat menyedihan serta mengenaskan di Minnesota

Sedangkan bintang film film Star Wars John Boyega ikut menyuarakan protesnya dengan mencuit“ Ini menjijikkan. Kelihatannya jadi daur yang tidak sempat selesai. Para pembunuh butuh didakwa dengan berat. Apalagi dikala menjelang kepergiannya laki- laki ini tidak diserahkan simpati belas.#RIPGeorgeFloyd#BlackLivesMatter#JusticeForGeorgeFloyd.

Jelang Putusan Sidang Kasus George Floyd: Pembela, Jaksa Berikan Argumen Penutup

Para hakim bersandar bungkam, jauh dari pancaran kamera sehabis 3 minggu lamanya mengikuti bukti dalam sidang tersangka Belok Chauvin atas kematian George Floyd. Sampai hari Selasa( 20 atau 04) para hakim belum nampak, namun mereka saat ini tengah memikirkan tetapan yang dengan risau dinantikan oleh banyak orang.

Badan hakim yang terdiri dari 6 orang kulit putih serta 6 orang kulit gelap ataupun multiras diresmikan buat bermufakat penuh awal kalinya. Para hakim yang anonim atas perintah juri ini diasingkan sampai hingga mereka menggapai tetapan. Mereka cuma memiliki durasi sebagian jam sehabis hari Senin( 19 atau 04) dihabiskan buat mencermati alasan penutup dari Beskal serta pemelihara.

Chauvin, 45, didakwa dengan pembantaian tingkatan 2, pembantaian tingkatan 3, serta pembantaian tidak berencana. Seluruh ini mewajibkan hakim buat merumuskan apakah tindakannya merupakan” aspek pemicu kasar” dalam kematian George Floyd serta apakah pemakaian daya olehnya tidak masuk ide.

Apa argumen jaksa penuntut?

Steve Schleicher, beskal penggugat di kantor Kejaksaan Agung Minnesota, berkata kalau Chauvin bersalah atas pembantaian kala ia memencet leher Floyd dengan dengkul sepanjang 9 menit 29 detik dalam eksperimen penangkapannya pada Mei tahun kemudian.

” Mengalami George Floyd hari itu tidak menginginkan satu ons kegagahan,” tutur Schleicher.” Yang dibutuhkan cumalah sedikit simpati kasih serta tidak terdapat yang diperlihatkan pada hari itu.”

Chauvin yang berkulit putih mendesak lututnya ke leher Floyd di luar gerai kelontong sehabis Floyd berupaya membeli rokok dengan duit ilegal bagian$ 20. Floyd, laki- laki kulit gelap berumur 46 tahun itu sudah dalam kondisi diborgol

Rekaman ensiklopedis film kematian Floyd dari bermacam ujung jadi inti dari permasalahan ini. Para hakim sudah menghabiskan durasi berjam- jam menyaksikan balik film itu di ruang konferensi.

” Percayalah pada mata Kamu,” tutur Schleicher.” Permasalahan ini benar semacam yang Kamu pikirkan dikala melihatnya awal kali, dikala Kamu memandang film itu.”

Ia berkata pada badan hakim kalau Chauvin memakai kekerasan yang tidak masuk ide, serta karenanya bawah tangan, dikala memencet badan Floyd serta buatnya kehilangan zat asam.

Dengan nafas terakhirnya Floyd memohon bantu, tutur beskal penggugat, namun Chauvin tidak membagikan dorongan.” George Floyd tidaklah bahaya untuk siapa juga,” tutur Schleicher.” Ia tidak berupaya melukai siapa juga.”

Apa kata pembela?

Pemelihara beranggapan kalau Chauvin sudah berperan dengan cara alami namun Floyd tewas sebab penyakit jantung serta pemakaian obat- obatan ilegal, bukan dampak aksi Chauvin.

Bersumber pada hukum, polisi diberi kebebasan khusus buat memakai kekerasan serta aksi mereka sepatutnya ditaksir cocok dengan apa yang hendak dicoba oleh” aparat yang berpendidikan segar” dalam suasana yang serupa. Nilai ini kesekian kali dipusatkan oleh pemelihara.

Pengacara penting Chauvin, Eric Nelson, berkata ia bersikap sebaiknya” aparat polisi yang masuk ide,” serta berkata kalau ia menjajaki ketentuan pelatihannya sepanjang era kewajiban 19 tahun di kepolisian.

” Kamu wajib memperkirakan kalau aparat pula orang, bisa membuat kekeliruan dalam suasana yang amat membentangkan,” tegasnya.

Memikirkan kondisi yang dikala itu dialami Chauvin, Nelson berkata kalau memencet leher Floyd merupakan” pemakaian daya yang diizinkan.” Posisi telungkup semacam pada dikala Floyd ditahan, baginya,” dengan cara teratur dilatih serta dipakai oleh unit kepolisian Minneapolis.”

Nelson meningkatkan kalau beskal sudah melakukan salah sebab menyangkal teorinya kalau keracunan karbonium monoksida dari knalpot mobil polisi terdekat bisa jadi sudah menimbulkan kematian Floyd.

Chauvin, yang menggunakan seperangkat abu- abu serta gamis dan dasi biru berumur menyangkal buat bersaksi sendiri, dengan alibi hak amandemen kelima.

 Baca Juga : Dallas County Mengadakan Pengadilan Pidana Secara Langsung Pertama Sejak Dimulainya Pandemi 

Apa yang terjadi selanjutnya?

Jaringan informasi nasional telag memberi tahu pancaran langsung pembuktian lebih dari 40 orang saksi semenjak 3 minggu kemudian. Para hakim saat ini hendak dimohon buat memikirkan tetapan mereka.

Buat cema pembantaian tingkatan 2, 12 hakim wajib sepakat kalau beskal tanpa keragu- raguan sukses meyakinkan kalau Chauvin sudah melaksanakan perbuatan kesalahan yang jadi pemicu penting kematian Floyd.

Kesalahan semacam ini bisa dihukum sampai 40 tahun bui, walaupun prinsip ganjaran melantamkan era ganjaran yang lebih pendek sampai 15 tahun buat seorang yang tadinya tidak sempat terdaftar menempuh ganjaran.

Permasalahan ini ditatap selaku cerminan yang lebih besar mengenai kondisi interaksi suku bangsa di Amerika Sindikat. Sidang ini pula kembali jadi berarti dikala seseorang aparat polisi Minneapolis menembak mati seseorang juru mudi kulit gelap, Daunte Wright, pada 11 April, yang mengakibatkan keluhan yang lebih besar.

Kematian Floyd mengakibatkan unjuk rasa Black Lives Matter di semua bumi.

Pada hari Senin, sekretaris pers Bangunan Putih Jen Psaki berkata penguasa Biden sudah melaksanakan” serangkaian obrolan” mengenai perencanaan buat tetapan yang hendak tiba” buat membenarkan terdapat ruang buat keluhan rukun.”