01/08/2021

youplusdallas.com – berita informasi terbaru dan terpercaya dallas

youplusdallas memberikan berita informasi terbaru dan terpercaya dallas

Polisi di Dallas Ditahan Karena 2 Pembunuhan

Polisi di Dallas Ditahan Karena 2 Pembunuhan – Pada hari Kamis, 4 Maret, polisi Dallas menghadapi kabar buruk. Seorang anggota polisi ditangkap karena dicurigai berpartisipasi dalam pembunuhan tahun 2017. P0lisi yang ditangkap itu  Bryan Riser. Dia didakwa dengan dua kejahatan. Pembunuhan.

Polisi di Dallas Ditahan Karena 2 Pembunuhan

 Baca Juga : Konvensi Dallas QAnon untuk Memompa Hasil ke Pro-Trump Nirlaba Sidney Powell

1. Pembantaian tidak terpaut dengan profesi Riser selaku polisi

youplusdallas – penahanan Bryan Riser, seseorang aparat kepolisian di Dallas diumumkan kepala kepolisian Dallas Eddie Garcia pada rapat pers yang berjalan Kamis pagi.

” Kita menyambut data dari seseorang saksi yang mengaitkan Riser dalam kedua pembantaian itu. Corak pembantaian ini tidak dikenal dikala ini, serta ini sedang pelacakan yang lagi berjalan.” Garcia pula mengantarkan kalau 2 pembantaian itu tidak terpaut dengan profesi Riser selaku polisi, tetapi kegiatan Riser sepanjang bekerja hendak diselidiki.

Riser dikala ini diberi kelepasan administratif menunggu hasil pelacakan hal dalam serta pemecatannya hendak lekas diproses.

Riser didakwa ikut serta dalam pembantaian Lisa Saenz, yang ditemui berpulang ditembak di Bengawan Trinity pada Maret 2017, serta Aubrey Douglas, yang dikabarkan lenyap pada Februari 2017, tetapi jasadnya tidak sempat ditemui.

Bryan Riser ialah badan kepolisian Dallas semenjak Agustus 2008 bekerja di Bagian Langlang Tengah Selatan, yang melingkupi tujuan di dekat Bengawan Trinity di Dallas, yang dipercayai selaku tempat pembantaian serta posisi ditemuinya jenazah Lisa Saenz.

2. Riser sempat ikut serta perampokan dengan salah satu pelakon

dalam permasalahan pembantaian Saenz yang badannya ditemui di bengawan Trinity pada 10 Maret, 2017 terdapat 3 orang yang didakwa ikut serta dalam pembantaian ialah Kevin Kidd, Emmanuel Kilpatrick serta Jermon Simmons.

Salah satu laki- laki yang turut menewaskan Saenz berkata pada polisi kalau ia serta Riser sempat ikut serta dalam perampokan kala mereka sedang belia, tetapi tidak dituturkan julukan orang itu. Dalam statment tercatat laki- laki itu berkata pada interogator kalau Riser menawarkan 9. 500 dolar AS ataupun sebanding dengan Rp136 juta kepadanya, apabila turut ikut serta dalam menculik serta menewaskan Douglas serta setelah itu Saenz.

Pada statment tercatat itu pula mengantarkan kalau Riser berikan ketahui pembunuh biaya itu kalau Saenz merupakan seseorang” informan.” Akta itu tidak menarangkan lebih lanjut, serta polisi menyangkal menanggapi persoalan mengenai apakah Saenz mempunyai ikatan dengan unit itu.

Tidak hanya dakwaan pembantaian Riser pula sempat dituduh melaksanakan kekerasan kepada mantan pacarnya, yang terjalin pada tahun 2017. Tidak dikenal gimana permasalahan itu dituntaskan.

Baca Juga : Konvensi Dallas QAnon untuk Memompa Hasil ke Pro-Trump Nirlaba Sidney Powell

3. Riser telah lama dipantau kepolisian

kepolisian mulai berprasangka Riser pada Agustus 2019 sehabis salah satu pelakon yang pula jadi saksi memberitahu keikutsertaan Riser dalam pembantaian. Aparat yang menyelidiki permasalahan ini menyambut data dari handphone Riser serta informasi mobil polisi yang membuktikan, ia ia terletak di posisi yang serupa dengan saksi melaporkan mereka berjumpa serta berencana buat menculik kedua korban.

Renee Hall, seseorang mantan arahan polisi area setempat mengantarkan kalau pada 2019 polisi tidak menahan Riser sebab tidak mempunyai lumayan fakta buat penahanan, tetapi lalu memantau Riser serta permasalahannya. Dalam usaha supaya ia tidak mengenali mengenai pelacakan serta mematikan permasalahan ini, mereka memilah buat tidak memberinya kelepasan administratif pada dikala itu.

Hall pula berkata kalau laki- laki serta perempuan yang bertugad dalam penguatan hukum tidak layak melaksanakan perihal itu. Ia menyanjung para intel serta semua unit atas perbuatan lanjut serta intensitas mereka yang tidak henti buat bawa permasalahan ini ke majelis hukum.

Dalam pelacakan permasalahan ini FBI turut menolong unit dalam menyelidiki.